Bengkulutime.net - Info Lengkap Seputar Bengkulu

Wednesday, July 31, 2019

Hiking Kemerdekaan Selagan Raya 2019, Ajang Promosi Wisata

Bengkulutime.net, Mukomuko -  Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke 74 di Kecamatan Selagan Raya pada tahun 2019. Salah Satu organisasi Kepemudaan daerah Mukomuko, Ikatan Pelajar dan Pemuda Desa Sungai Ipuh Sekitar (IPPDSI) Berencana akan menggelar kegiatan Hiking Kemerdekaan dengan tema "Menjelajah dan Mengekspos keindahan Syurga Wisata Alam Air Terjun Sako Selagan Raya Kepada Dunia.

Kegiatan hiking kemerdekaan akan dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2019 dan terbuka bagi seluruh Masyarakat umum. Dengan hanya membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 30.000 kepada panitia pelaksana para peserta sudah mendapatkan fasilitas berupa Id Card, Makan, Sertifikat, Dll. Kegiatan Tersebut  nanti bertujuan untuk mempromosikan potensi-potensi wisata alam Selagan Raya  Kepada Seluruh Masyarakat Mukomuko dan Dunia.

Sekretaris Umum IPPDSI, Depmi Hardianto pada Rabu (31/07/2019) menyampaikan, kegiatan tersebut terbuka bagi seluruh masyarakat umum yang ingin ikut serta menjelajahi keindahan alam Selagan Raya pada tanggal 18 Agustus nanti. Kegiatan tersebut nanti juga di harapkan mampu mengangkat nama wisata Selagan Raya ke kanca yang lebih luas lagi. Kerena melihat di Selagan Raya ini sangat banyak sekali potensi-potensi wisata yang belum terekpos dan dengan adanya kegiatan seperti ini nanti kami harapkan tempat-tempat wisata tersebut lebih di kenal dan ramai pengunjung sehingga mampu menjadi nilai ekonomi bagi masyarakat setempat, jelas dep.

Wednesday, April 24, 2019

Penggiat PSR, Wisata Selagan Raya belum mampu memberikan nilai ekonomis kerena kurangnya perhatian pemerintah

Bengkulutime.net, Mukomuko, -  Berbicara tentang pesona Kecamatan Selagan Raya mungkin tidak akan pernah habis-habisnya...

Bengkulutime.net, Mukomuko,  Berbicara tentang pesona Kecamatan Selagan Raya mungkin tidak akan pernah habis-habisnya, mulai dari budaya, bahasa, keramahan Masyarakat maupun keindahan alamnya yang mampu memikat siapapun yang pernah mengunjungi daerah tersebut.


Salah satu  keindahan Kecamatan Selagan Raya yang cukup terkenal adalah Puncak Desa Lubuk Bangko. Dari tempat ini para wisatawan bisa menikmati indahnya hamparan persawahan yang di kelilingi oleh Hutan-hutan dan aliran Sungai Selagan yang sangat menyejukkan mata siapapun yang memandangnya. Namun kerena tidak tersedianya tempat pembuangan sampah dan kurangnya kesadaran menjaga kebersihan dari para wisatawan yang berkunjung ke tempat ini membuat sampah-sampah bekas makanan dan minuman menjadi berserakan dan sangat menganggu kenyamanan.


Menurut penggiat Media Sosial Pesona Selagan Raya, Depmi Hardianto menyampaikan, Kecamatan Selagan Raya memang merupakan salah satu daerah yang mempunyai seribu daya tarik bagi para wisatawan termasuk Puncak Desa Lubuk Bangko ini. Namun kurangnya perhatian dari pemerintahan Desa, Kecamatan maupun kabupaten, membuat potensi-potoensi tersebut belum mampu memberikan nilai ekonomi yang berarti bagi masyarakat yang berada di sekitarnya, jelas Dep (24/04/2019).

Wednesday, January 9, 2019

Pesona Destinatasi Wisata Persawahan Mukomuko, Pemuda setempat imbau jaga Kebersihan

Selain lokasinya yang sangat srategis yaitu berada langsung di pinggir jalan raya setiap wisatawan yang berkunjung ke tempat ini juga tidak akan di pungut biaya...

Bengkulutime.net, Mukomuko - Persawahan yang berada di Desa Sungai Ipuh Kecamatan Selagan Raya ini merupakan salah satu tempat wisata yang ramai di kunjungi oleh wisatawan setiap sore. Selain lokasinya yang sangat srategis yaitu berada langsung di pinggir jalan raya, setiap wisatawan yang berkunjung ke tempat ini juga tidak akan di pungut biaya.

Rata-rata wisatawan yang berkunjung ke tempat ini adalah  muda mudi yang berasal dari berbagai Desa di Kecamatan tersebut. Tidak jarang pula wisatawan yang rela datang jauh-jauh dari berbagai daerah lain di Kabupaten Mukomuko. Di tempat ini wisatawan bisa bersantai-santai menikmati pemandangan hamparan pesawahan yang indah dan sangat cocok bagi yang suka berphoto-photo.

Pemuda Desa setempat, Jefri Yanto mengatakan, bahwa tempat wisata tersebut selalu ramai dikunjungi setiap sore. Pengunjungya berasal dari berbagi daerah di Kabupaten Mukomuko tapi paling banyak adalah dari Kecamatan Selagan Raya. Selain itu, untuk menjaga kebersihahan tempat tersebut ia berharap kepada para pengunjung yang datang membawa jajanan agar tidak meninggalkan atau membuang sampah jajanannya sembarangan, harap Jef.

Pewarta : DH

Sunday, January 6, 2019

Candu Lem Aibon, Seorang Pemuda di temukan tewas Gantung diri

Bengkulutime.net, Seluma -  Andi (23) Seorang pemuda Desa Talang Beringin, Kecamatan Semidang Alas Maras  ditemukankan sudah tidak bernyawa dengan kondisi...

Bengkulutime.net, Seluma -  Andi (23) Seorang pemuda Desa Talang Beringin, Kecamatan Semidang Alas Maras  di temukankan sudah tidak bernyawa dengan kondisi gantung diri di rumahnya sendiri pada Jum'at (04/01/2019) .

Pemuda tersebut diketahui sebagai pencandu Lem Aibon dan dan juga pernah mendapatkan perawatan dari Rumah Sakit Jiwa Sueprapto Bengkulu.
Kapolres Seluma AKBP A Nyoman Mertha Dana melalui Kasi Humas Iptu Edi Sunaryo saat dikonfirmasi menjelaskan, korban nekat gantung diri dirumahnya menggunakan kain sprai.

kejadian tersebut  Pertama kali diketahui oleh ayah korban yang barnama Wanan (55) sekitar pukul 17.30 wib ketika ayah korban pulang dari berjualan sayur keliling. Jasad korban sudah di makamkan pada hari Sabtu pagi kemarin (05/01) di TPU di Desa sekitar, Jelas Edi.

Pewarta : Rahmat

Bangun pondasi teras Masjid Al Jihad, Masyarakat Sungai Jerinjing kompak gotong royong

Bengkulutime.net, Mukomuko - Sabtu (05/01/2019), Masyarakat Desa Sungai Jerinjing Kecamatan Selagan Raya terlihat sangat kompak dan semangat melakukan kegiatan...

Bengkulutime.net, Mukomuko Sabtu (05/01/2019), Masyarakat Desa Sungai Jerinjing Kecamatan Selagan Raya terlihat sangat kompak dan semangat melakukan kegiatan gotong royong untuk pembangunan pondasi teras Masjid Al Jihad yang berada di desa mereka.

Kegiatan gotong royong tersebut tidak hanya di lakukan oleh kaum laki-laki tetapi juga di ikuti oleh kaum perempuan. Kaum laki-laki bertugas pada pembangunan pondasi teras Masjid sedang kaum perempuan bertugas mengumpulkan material yang berupa batu di sungai yang berada di dekat permukiman tersebut.

Kepala Desa Sungai Jerinjing, Martunus mengatakan, Dirinya sangat bangga kepada seluruh masyarakat Desa Sungai Jerinjing kerena jiwa gotong royongnya sangat tinggi. setiap hari Sabtu masyarakat bergontong royong membuat pondasi teras masjid dari pagi hingga sampai jam enam sore, Kata martunus.

Pewarta : DH

Friday, January 4, 2019

Desa Lubuk Bangko sudah tidak terdaftar, Berikut 4 Desa paling miskin di Kabupaten Mukomuko

Desa Lubuk Bangko sudah tidak terdaftar, Berikut 4 Desa paling miskin di Kabupaten Mukomuko

Bengkulutime.net, Mukomuko – Pemerintah pusat telah menetapkan sebanyak empat desa yang paling miskin dan tertinggal di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu pada tahun ini. Empat desa tersebut, yakni Desa Setiabudi, Desa Talang Gading, Desa Sido Makmur dan Desa Mekar Jaya. Sedangkan Desa Lubuk Bangko yang pada tahun kemarin merupakan satu-satunya Desa paling miskin dan tertinggal di daerah tersebut pada tahun ini tercatat sudah tidak terdaftar lagi sebagai Desa paling miskin dan tertinggal.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Mukomuko Jum'at (04/01/2019), Saroni menyatakan, jumlah desa yang paling miskin dan tertinggal di daerah ini bertambah dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak satu desa, yakni Desa Lubuk Bangko. Selanjutnya ia menambahkan, pemerintah pusat menetapkan empat desa di daerah ini sebagai desa yang paling miskin dan tertinggal di daerah ini berdasarkan beberapa kriteria seperti jumlah penduduk miskin.

Berdasarkan penilaian dari pemerintah pusat tersebut. jumlah penduduk miskin yang ada di empat desa di daerah ini paling banyak dibandingkan dengan desa-desa lain. Pemerintah pusat memberikan penilaian jumlah penduduk miskin lebih banyak di empat desa ini berdasarkan letak wilayah tersebut secara geografis, jumlah penduduk, dan luas di wilayah.

Karena empat desa ini ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai desa yang paling miskin dan tertinggal di daerah ini sehingga desa ini mendapatkan penambahan bantuan dana desa. Setiap desa dari sebanyak empat desa yang paling miskin dan tertinggal pada tahun ini mendapatkan penambahan bantuan dana untuk desanya sekitar Rp211 juta.

Penambahan bantuan dana untuk desa yang paling miskin dan tertinggal ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan pembangunan di desanya, termasuk untuk pembangunan infrastruktur desa. Sebanyak 148 desa di daerah ini pada tahun ini menerima bantuan dana desa sekitar Rp124 miliar dari pemerintah pusat, meningkat sekitar Rp18 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp106 miliar.

Sedangkan Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD tahun ini sekitar Rp53 miliar, meningkat sekitar Rp2 miliar dibandingkan alokasi dana untuk desa tahun sebelumnya sebesar Rp51 miliar, Jelas Saroni.

Thursday, January 3, 2019

Rabu pagi 02/01/2018, KPU Kabupaten Seluma Lantik 28 Orang PPK Tambahan

Menurut Ketua KPU Seluma, Sarjan Efendi, bahwa sesuai dengan keputusan MK tersebut maka pihaknya telah melakukan pelantikan terhadap 28 orang anggota PPK, untuk...
Bengkulutime.net, Seluma - Berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 31/PUU- XVI/2018, atas penambahan dua orang anggota PPK setiap kecamatan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Seluma resmi melantik 28 orang PPK se Kabupaten Seluma, Rabu (2/1) pagi.
Menurut Ketua KPU Seluma, Sarjan Efendi, bahwa sesuai dengan keputusan MK tersebut maka pihaknya telah melakukan pelantikan terhadap 28 orang anggota PPK, untuk menjalankan tugasnya dalam pelaksanaan Pemilu tahun 2019.“Ini kan berdasarkan keputusan MK, jadi setiap PPK itu harua berjumlah lima orang, maka kita lantik dua orang lagi,” jelas Sarjan Efendi.
Ia menambahkan, bahwa setelah pelantikan ini 28 orang anggota PPK tersebut akan dibekali pengetahuan seputar pelaksanaan Pemilu tahun 2019, untuk selanjutnya langsung melakukan pekerjaan di kecamatan masing-masing. “Setelah ini langsung ada pembekalan sedikit, untuk selanjutnya akan langsung bekerja,”lanjutnya.
Kemudian diharapkan dengan penambahan anggota ini, bahwa pelaksanaan pemilu akan lebih baik lagi dan tidak ada lagi hambatan yang bararti. “Harapannya nanti, agar pelaksanaan Pemilu akan lebih lancar,” tambah Sarjan.

Wednesday, January 2, 2019

Jelang Pileg dan Pilpres 2019, KPU Kepahiang Lantik 16 PPK Tambahan

Rabu (2/1/2019) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepahiang melantik 16 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) penambahan tersebut untuk Pileg dan Pilpres 2019

Bengkulutime.net, Kepahiang - Rabu (2/1/2019) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepahiang melantik 16 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) penambahan tersebut untuk Pileg dan Pilpres 2019. 16 Anggota PPK yang dilantik berasal dari 8 kecamatan di Kabupaten Kepahiang.

Setiap kecamatan mendapatkan tambahan dua PPK, ini berdasarkan putusan MK untuk menambah jumlah PPK yang sebelumnya sudah direkrut. Penambahan PPK ini untuk meningkatkan kinerja agar tercapai hasil maksimal. Selain PPK, Ketua KPU Kepahiang juga melantik Panitia Pemungutan Suara (PPS) sebanyak 10 orang yang merupakan Pergantian Antar Waktu (PAW). Mereka sebelumnya telah melalui serangkaian tes uji kelayakan dan kepatutan, dengan rincian PAW dilakukan lantaran 5 orang PPK terpilih sebagai PPK dan 5 orang lainnya karena mengundurkan diri.

Ketua KPU Kabupaten Kepahiang, Mirzan mengatakan, menjelang Pemilu 2019 peran PPK dan PPS sangat dibutuhkan, banyaknya kegiatan yang cukup padat ia mengimbau agar personil yang baru dilantik segera menyesuaikan dengan tugas dan tupoksi.
"Pemilu sudah sangat dekat, otomatis pekerjaan sangat padat. Pelantikan penambahan PPK ini dilakukan serentak sesuai dengan perintah KPU RI, kemudian untuk efesiensi waktu juga dilantik PPS PAW," tutup Mirzan.

Saturday, December 29, 2018

17 Jam menghilang, Korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa

Bengkulutime.net, Mukomuko - Setelah 17 jam lebih melakukan pencarian, akhirnya warga dibantu Relawan dan sejumlah pihak terkait akhirnya berhasil menemukan jasad Herli Akbar

Bengkulutime.net, Mukomuko - Setelah 17 jam lebih melakukan pencarian, akhirnya warga dibantu Relawan dan sejumlah pihak terkait akhirnya berhasil menemukan jasad Herli Akbar, Warga Desa Sinar Laut Kecamatan Pondok Suguh yang dilaporkan hilang kerena di seret Buaya saat memancing ikan di aliran sungai Hitam sejak pukul 15.00 Wib, Jum'at Sore kemarin. Jasad korban berhasil ditemukan  pada hari Sabtu pagi (29/12), sekitar Pukul 07.15 Wib, tidak jauh dari TKP korban menghilang.

Menurut Cipto Yuono, Tokoh pemuda setempat yang ikut serta dalam proses pencarian mengatakan, korban di temukan oleh warga sekitar Pukul 07.15 Wib tadi tidak jauh dr TKP. Terdapat beberapa luka di tubuh korban diperkirakan bekas gigitan saat ini jenazah koban sudah di semayamkan di rumah duka, di Desa Sinar Laut Kecamatan Pondok Suguh.

Selain itu, Kapolsek Pondok Suguh, IPDA Dilia Pria Firmawan, Mengimbau kepada seluruh masyarakat Kecamatan Pondok Suguh. Agar Diharapkan selalu berhati - hati dan waspada apabila melakukan aktivitasnya seperti memancing dan lain-lain yang berdekatan dengan Pantai, Sungai dan Rawa. Imbau Kapolsek.

Pewarta : DH

Sedang mancing, Warga Pondok Suguh hilang diseret Buaya

Bengkulutime.net, Mukomuko - Warga Desa Sinar Laut Kecamatan Pondok Suguh dan sekitarnya, dihebohkan dengan kemunculan seekor buaya di aliran Sungai Air Hitam Kecamatan Pondok Suguh tepatnya di hulu sungai Desa Sinar Laut. Seekor buaya berukuran cukup besar, diduga telah menyeret salah seorang warga setempat, Herli Akbar

Bengkulutime.net, Mukomuko - Warga Desa Sinar Laut Kecamatan Pondok Suguh dan sekitarnya, dihebohkan dengan kemunculan seekor buaya di aliran Sungai Air Hitam Kecamatan Pondok Suguh tepatnya di hulu sungai Desa Sinar Laut. Seekor buaya berukuran cukup besar, diduga telah menyeret salah seorang warga setempat, Herli Akbar. Peristiwa itu terjadi, Jumat (28/12) sekitar pukul 15.00 WIB sore kemarin

Menurut teman korban sekaligus saksi mata pada kejadian sore tersebut, Gofur menjelaskan, Sekitar pukul 14.00 WIB sepuluh orang warga desa sinar laut berniat memancing di muara Air hitam desa sinar laut, mereka berkelompok, kemudian kelompok sendiri terdiri dari 3 orang yaitu saudara Ani 45 tahun, Marwan 32 tahun, Gofur 17 tahun dan korban sendiri yaitu Eli Akbar umur 18 tahun. Diketahui oleh saksi pancing saudara Ani tersangkut saat di makan ikan dan kemudian Korban ber inisiatif untuk turun dengan cara menyelam setelah ditunggu beberapa saat korban tidak keluar lagi ke daratan tidak berapa lama korban muncul di permukaan dalam posisi sudah di gigit buaya dan korban sempat di bawakan oleh buaya itu ke mudik dan hilang, kejadian terseebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, Jelas Gofur.

Dilanjutkan oleh Camat Pondok Suguh, Abdul Hadi, S.Sos, Kemarin. Ia menanyampaikan, hingga pukul 20.20 WIB, Masyrakat bersama pihak-pihak lainnya masih melakukan pencarian dengan cara menyisiri  aliran sungai dan ada juga warga yang masuk ke sungai dengan cara menyelam. Selain itu kata Camat, pihaknya juga sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Bupati Mukomuko dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Instansi terkait lainnya. 

Hingga berita ini diturunkan pada hari Sabtu (29/12), pukul 04.00 WIB pagi ini, warga dibantu Relawan dan sejumlah pihak terkait masih berupaya melakukan pencarian terhadap korban.

Pewarta : DH